Kamis, 14 Juli 2016

ISNPIRASI HIDUP DARI SEEKOR KUDA





Seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut, maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu. Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. Lalu, apa yang terjadi? Setiap ada tanah yang mengena punggungnya, kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut. Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.
Pesan Moral Ke 1:
Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. Ketika perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.
Pesan Moral Ke 2:
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu. mencelakaimu. justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.


Ketika satu jalan tertutup, yakinlah Allah telah membuka jalan-jalan lain yang lebih baik.

Kita bisa belajar dari Siti Hajar tentang kesungguhan atau lebih kerennya persistensi.

Suatu ketika Nabi Ibrahim as. diperintahkan oleh Allah untuk membawa Siti Hajar dan Ismail ke sebuah padang pasir yang gersang dan meninggalkannya di sana untuk jangka waktu tertentu sebagai ujian bagi Siti Hajar dan anaknya, Ismail.

Sebagai orang beriman dan istri salehah, Siti Hajar tidak menggugat keputusan suaminya karena ia meyakini Allah pasti senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya. Pasti ada hikmah yang besar dibalik perintah Allah tersebut.SitiHajarpun ditinggalkan olehNabiIbrahimas. Kini, ia hanya berdua dengan anaknya, Ismail, yang masih bayi.

Suatu saat, Ismail merasakan kehausan.SitiHajarberusaha untuk menyusuinya, tapi tiba-tiba air susunya kering. Kemudian, Siti Hajar berusaha sekuat tenaga mencari air untuk anaknya. Ia berlari bolak-balik ke bukit Shafa dan Marwa,  namun tidak juga menemukan air. Tetapi, Siti Hajar tidak berhenti dan menyerah. Ia terus berusaha mencari air dengan seluruh kemampuannya.

Akhirnya, Allah memberikan pertolongan-Nya.SitiHajartelah lulus ujian. Dari hentakan kaki Ismail keluarlah air. Kemudian, Siti Hajar berucap, “Zamzam-zamzam”, yang artinya berkumpul-berkumpul. Maka, jadilah sumber mata air yang kini kita kenal dengan nama sumur zamzam yang airnya tak pernah kering. Tahukah Anda tempat Siti Hajar dan Ismail tersebut itulah yang sekarang kita kenal sebagai kota Mekah Al-Mukaramah.

Kisah Siti Hajar di atas memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Upaya Siti Hajar yang tak kenal menyerah dan putus asa dalam mencari air untuk anaknya melambangkan suatu sikap persistensi (keteguhan hati). Keteguhan hati disertai niat yang tulus karena Allah semata telah mendorong Siti  Hajaruntuk terus berjuang mencari air di tengah pada pasir yang gersang. 

Lantas, ketika Siti Hajar seorang diri di tengah padang pasir, apa yang diyakininya? Apa cahaya harapan itu? Itulah cahaya Allah. Cahaya hidayah yang terang benderang. Inilah esensi dari pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Siti Hajar.         

Ketika kita telah memiliki keyakinan yang total kepada Allah, maka jangan khawatir dan jangan pula bersedih hati ketika menghadapi setiap tantangan dan rintangan dalam hidup ini. Segalanya ada dalam genggaman Allah, maka teramat mudah bagi Allah untuk menghilangkan tantangan dan rintangan tersebut. Yakinlah innallaha ma’ana (Allah bersama kita).

Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukannya secara tulus karena Allah semata. Kewajiban manusia adalah terus berusaha tanpa kenal putus asa. Niscaya Allah akan memberikan “air zamzam” sebagai simbol rezeki yang berkah, kemenangan, dan kebahagiaan.

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memeroleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fushilat [41]: 30).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar